Strukturalisme Genetik
Ditulis oleh Admin pada 29 November 2010 |  Kliping | 
RumahTerjemah.com 
Rumah Terjemah melayani terjemah bahasa Arab, Inggris, Buku, Skripsi, Tesis, dll.
Bandingkan Daftar Harga kami..!

BAB 1 STRUKTURALISME-GENETIK Dalam kajian ini mempergunakan data primer karya sastra. Data sekunder yang dipergunakan adalah pustaka-pustaka yang ada relevansinya dengan kajian terhadap karya, yakni: karya fiksi dan nonfiksi, berbagai tulisan mengenai karya, dan usalan mengenai karya serta buku-buku referensi yang dapat mendukung kajian terhadap karya. Selanjutnya, kajian ini mempergunakan metode yang dikembangkan oleh Lucien Goldmann untuk penerapan S-G, yaitu metode dialektik. Menurut Goldmann (1977:8), metode dialektik termasuk metode yang khas, sehingga berbeda dengan metode antara yang positivistik. sastra statusnya dengan sama Metode faktor dalam iklim, positivistic geografis, ilmiah menitikberatkan pada usaha pencarian hubungan filsafat, dan politik. Sastra diperlukan sebagai fakta penelitian (Damono, 1984:18). Metode ini tidak mengadakan penelitian terhadap karya yang digunakan sebagai data. Karya dianggap sebagai dokumen Setiap yang di mencatat unsur sosiokultural. unsur 1 dalamnya dianggap mewakili hanya secara langsung unsur sosiokultural (Junus, 1986:1). Metode dialektik mempergunakan karya yang bernilai sastra, karya yang kuat karena keseluruhan karya itu membentuk jaringan yang kohesif dari segala unsurnya. Yang berhubungan dengan unsur sosiokultural adalah keseluruhan unsur sebagai satu kesatuan (Junus, 1986:2). Namun, harus diakui bahwa dari segi titik awal dan titik akhir metode dialektik sama dengan metode positivistik, karena keduanya sama-sama berawal dan berakhir pada teks tidak sastra. Adapun perbedaannya selain yang telah disebutkan di atas, metode positivistik mempertimbangkan struktural kerja) itu koherensi struktural, sedangkan metode dialektik memperhitungkan Bentuk dialektik koherensi (cara (Goldman via Faruk, 1994:19). operasional secara metode teks yaitu bolak-balik antara dengan struktur sosial yang diteliti. Hal ini terjadi karena proses pencapaian pengetahuan dengan metode dialektik menjadi semacam gerak yang melingkar terus-menerus tanpa bisa diketahui titik 2 yang menjadi pangkal atau ujungnya (Faruk, 1994:20). Selanjutnya, melengkapi cara kerja metode dialektik, Goldmann mengembangkan Konsep dua pasangan konsep berupa keseluruhan-bagian dan pemahaman-penjelasan. keseluruhanbagian mengacu kepada pengertian bahwa setiap fakta atau ide individual akan memiliki arti apabila ditempatkan hanya tentang penjelasan pemahaman bisa dalam keseluruhan. dengan yang konsep usaha Keseluruhan pengetahuan membangun pemahamanbahwa penggambaran dimengerti itu. Adapun bagian-bagian mengandung merupakan keseluruhan pengertian struktur obyek yang dikaji, sedangkan penjelasan merupakan usaha menggabungkan struktur obyek tersebut ke dalam struktur yang lebih besar (Goldmann, 1977:5). Pemahaman bolak-balik dalam kajian akan meliputi pemahaman struktur teks, pemahaman kondisi sosial, politik, agama, budaya, perempuan, dan pandangan dunia pengarang. Adapun langkahlangkah kajian ini di tempuh melalui beberapa tahapan sebagai berikut. 3 (1) Menentukan teks yang dipakai sebagai obyek penelitian; (2) Mengarahkan fokus yang menjadi obyek kajian mengenai struktur teks, kondisi sosial, politik, agama, budaya, perempuan, dan pandangan dunia pengarang; (3) Mengumpulkan data-data dari sumber-sumber kepustakanaan yang ada kaitannya dengan obyek kajian. Data itu berupa karya fiksi atau non fiksi, tulisan-tulisan pengarang, karyakaryanya, buku referensi yang ada kaitannya dengan kajian data; (4) Menganalisis berdasarkan berikut. (a) analisis struktur teks dengan mengungkapkan relasi tokoh dengan tokoh lain, latar, dan dunia sekelilingnya; (b) analisis konteks sosialnya karya sastra dengan dan menghubungkan obyek tinjauan kajian S-G dengan adalah sudut sebagai tinjauan S-G. Cara menganalisis obyek kajian kenyataan sosial, politik, seni, dan agama yang melatarbelakangi terciptanya karya; 4 (c) analisis hal-hal mengenai perempuan dan pandangan dunia pengarangnya. Pandangan dunia ini terbentuk berdasarkan pemahaman struktur teks, kondisi sosial, politik, budaya, sosok perempuan yang ditampilkan dalam karya. DAFTAR RUJUKAN Alisjahbana, Sutan Takdir. 1941. Terkembang. Jakarta: Balai Pustaka. Layar Badudu, Yus. 1995. Inilah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Budianta, Melani, 1998. Sastra dan Ideologi Gender. Dalam Horizon. Tahun XXXII. Nomer 4 Jakarta. Budiman, Kris. 2000. Feminis Laki-Laki dan Wacana Gender. Yogyakarta: Yayasan Indonesia Tera.